Rabu, 27 Juni 2012

wanna love you,,,like ,,,,


Poetry is like the wind ::
 Coincided although not rhythmically
 Untouched but feels

 Poetry flows like water
  Passed it's harmonious flow

  like as poetry, I want to love you like that ::

=====================================================================

I want to paint about you endless time
Like the rain which always come though not necessarily

I want to carve your story though bounded
Along the accompanying drizzle to subside greeted

I would always greet memory with no name
Although no longer stringing drizzle story

Jumat, 22 Juni 2012

MY EVER LASTING ,,,,,


wallpaper-Love-Photoshop-Art-mrm.jpg
          Malam ini aku sangat merindukannya, aku ingin bertemu dengannya, Tapi tidak mungkin.         Aku ambil diaryku, mencoba menuangkan yang aku rasa lewat tulisanku,,
Kuingat dia lewat kenanganku, semoga membantu penaku untuk menggoreskan tintanya  pada kertas-kertas ini. sungguh, Kristal bening itu tak bersahabat lagi padaku! Meski begitu, tak kuurungkan niatku dan untaian kata itu mulai terbentuk ..

                      Dear My Beloved Ever Lasting Friend

Dini hari menanti setiap kisahmu
Tak peduli kantuk menggelayutimu
Kau tetap tersenyum dalam kesendirianmu
         
        Pagi menjelang menyibak air mukamu
        Lelah , kau tepiskan demi cintamu
‘semoga kehidupanmu lebih baik dari hidupku’
Selalu terucap disela do’a dan harapanmu
Meski tersirat , namun kasihmu tak terdefinisi

Aku terlalu malu untuk mengatakan “ aku menyayangimu’
Untuk berucap “ terima kasih banyak” pun lidahku kelu
“maafkan aku karena selalu menyusahkanmu” tak terucap dari mulutku
Airmata ku tak akan bersahabat jika aku begitu
         
      Kata-kata dapat menyusun kalimat
      Membentuk paragfraf, prosa bahkan cerita
      Namun, tak ada kata yang dapat mengungkapkannya
      Tentangmu, kisahmu, terlalu bermakna bagi kata-kata
         
Hanya susunan kata-kata yang biasa, namun itulah yang dapat aku tuliskan saat ini ..Yah, aku memang bukan penyair yang dengan mudah menyusun kata-kata menjadi puisi yang sarat diksi, tapi setidaknya aku mencoba membuat diksi ku sendiri untuknya,,
Beberapa bait do’a pun aku torehkan di lembaran yang tersisa ..

Tuhan,,
Terima kasih telah mengirimkannya untukku
Dialah hadiah terindah dalam kehidupanku
Aku mohon, bahagiakan dia melebihi kebahagian yang diberikannya padaku
Hanya kau yang mampu membalas semua yang telah diberikannya padaku

Tuhan,, Tolong sampaikan padanya..
‘ini pesan seseorang yang jauh disana demi ilmu dan kebahagiaanmu’
“ Ibu , aku menyayangimu lebih dari segalanya
Maafkan anakmu yang tidak bisa mengungkapkan semuanya padamu
Semoga waktu berpihak padaku hingga aku bisa mengatakan semua itu
Meskipun tak sebanding dengan pengorbananmu
Aku berharap, aku dapat membanggakanmu dan membahagiakanmu
Melakukan yang terbaik yang aku bisa untukmu “

          Indralaya, 11 Februari 2012


Akhirnya, terselesaikan meski ditemani Kristal bening yang membuatku seakan-akan kekanak-kanakkan ,, ah,, aku tak peduli, setidaknya itu bisa menenangkan hatiku dan itu cukup untuk melepas keinginanku untuk bertemu dengan ibuku (untuk saat ini). Sebelum kututup diaryku dan berharap semuanya dapat menjadi lebih baik, tak lupa kububuhkan kalimat terakhir sebagai penyempurna diksi ku …
      “Letter For My Dearest Mother”
             (My Mom, My Ever Lasting Friend! My everything! My Best Gift from God)